Telepon : (0711) 357569 Email : [email protected]

Berita

Sesuai peraturan perundangan yang berlaku, seluru sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di sub sektor perkebunan harus disertifikasisesuai standar yang berlaku di indonesia. Hanya saja, hingga kini seluruh SDM terampil, terlatih, dan terdidik yang bekerja pada bidang usaha atau industri perkebunana, tidak/belum disertifikasi. Dengan berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2016, maka arus masuk dan keluar SDM terampil, terdidik dan terlatih ke dan dari indonesia akan semangkin terbuka. Karena itu sertifikasi kompentensi SDM di indonesia menjadi penting.

Menurut derektur lembaga sertivikasi profesi perkebunan dan hortikulutra indonesia (LSPPHI) Darmansyah Basyaruddin, pembangunan perkebunan indonesia ke depan sendiri dihadapkan pada banyak tantangan karena produk perkebunan harus memenuhi standar tertentu dan “traceable.” Proses produksinya harus “sustainble” dan lebih efisien, berorientasi peningkatan produktivitas berbasis teknologi (seirng dengan semangkin terbatasnya lahan untuk pengembangan areal).

Darmansyah mengatakan peran “SDM kompeten” akan sangat signifikan dalam pembangunan perkebunan di indonesia ke depan. Seirng tantangan pembangunan perkebunana ke depan, peran SDM (pelaksana dan pengelolah) yang kompeten sangat menentukan.

Menurut darmansyah, SDM yang bekerja dibidang usaha/industri perkebunan saat ini belum dikatagorikan kompeten. Hal ini karena belum disertifikasi sesuai standar yang berlaku (standar indonesia/regional/ internasioanl). Pemberlakuan MEA tahun 2016 mendorong perluhnya percepatan pelaksanaan sertifikasi profesi kompetensi karena tenaga kompeten pelaksanaan sertifikasi pasar kerja lintas negara ASEAN.

Pentingnya SDM perkebunan kompeten dilandasi tuntutan konsumen untuk produk perkebunan yang berkualitas dan memenuhi persyaratan tertentu sehingga sehingga diperluhkan SDM yang kompeten. Lagi pula persaingan usaha global yang semangkin ketat menjadikan industri perkebuna harus dikelolah secara efisien. Unutk itu diperluhkan SDM kompeten pada semua level dan kegiatan.